Lingkungan satuan pendidikan menjadi salah satu fokus pengurangan risiko bencana karena melibatkan kelompok usia rentan yang membutuhkan kesiapsiagaan sejak dini. Sejalan dengan itu, BPBD Kabupaten Toraja Utara menggelar pembekalan dan simulasi sebagai bagian dari penguatan literasi mitigasi bencana bagi siswa di SMPN 3 Buntao Satu Atap, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat, khususnya di wilayah dengan karakteristik geo-hidrometeorologi yang rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Toraja Utara, Paulus Batti', menjelaskan bahwa Kecamatan Buntao dipilih karena kondisi tanah yang labil sehingga memerlukan perhatian lebih dalam aspek kesiapsiagaan.
“Kenapa Kecamatan Buntao kita pilih menjadi tempat sosialisasi, karena Buntao tanah paling labil supaya menjadi perhatian kita bersama. Kita sosialisasikan kepada keluarga kita dan kepada semua masyarakat agar selalu waspada, aman, sekaligus tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Pembekalan diawali dengan sesi materi di kelas yang mencakup pemahaman dasar bencana hidrometeorologi serta penguatan kesiapan mental siswa dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi. Saat alarm dibunyikan, siswa mempraktikkan teknik perlindungan diri, seperti berlindung di bawah meja dan melindungi kepala menggunakan tas atau tangan, sebelum bergerak menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Tim BPBD juga melakukan evaluasi terhadap prosedur evakuasi, mencakup ketepatan waktu, efektivitas rambu jalur evakuasi, serta kesiapan fasilitas di titik kumpul.
Kegiatan ini melibatkan pihak sekolah, jajaran guru, serta tim BPBD Toraja Utara sebagai bagian dari penguatan kapasitas kesiapsiagaan di lingkungan satuan pendidikan.
- Doc/foto: BPBD Toraja Utara
Diskominfo-SP - 2026















